• esai,  resensi,  upakyana

    Musik Terbaik dari Samurai X

    Sekitar lima belas tahun silam, (Keparat! Deretan kata ini membuat saya merasa tua betul) kala hidup masih terasa baik-baik saja dan kegamangan terbesar adalah bagaimana menghindar dari tugas mengepel lantai saban harinya, film kartun menjadi sarana pelepasan terbaik. Setiap sore,…

  • perjalanan,  upakyana

    Java Jazz yang Selalu Dekat

    Gerombolan kami berjumlah empat orang. Mas Yoyon, yang paling senior di antara kami, menyukai musik sesuai usianya: hits era 80-an akhir hingga 90-an. Niczen, seorang tua berpenampilan remaja, terobsesi pada segala yang berbau Korea, termasuk lagu-lagunya dan keinginan keras menjalani…

  • perjalanan,  upakyana

    Keroncong Sebelum Kereta

    Mulanya adalah sebuah sore di Stasiun Gambir. Saya terlalu cepat tiba dan lantai dua gedung itu masih begitu lengang. Hanya ada penjaja makanan dan buku yang berbincang dengan dagangan masing-masing. Lalu, tak seberapa lama, lima orang yang mengusung gitar, bas,…

  • resensi

    Kesendirian Gerald Situmorang

    resensi album Solitude dari Gerald Situmorang Kita bisa terikat pada apa saja. Pada seseorang yang merenggut kecintaan kita, pada pekerjaan yang membuncahkan gairah, atau pada kenangan yang ingin kita putar berulang. Tapi, bagaimana jika keterikatan itu timbul pada sebuah ruangan?…

  • resensi

    Gubahan Asik Piano Klasik Ista

    Resensi Album Talking Days dari Christabel Annora Jemarinya seakan berdansa di atas tuts Keyboard Korg. Sementara di sisinya, dua orang memainkan cello dan biola. Larik demi larik lagu “60 km/h” lalu ia lantunkan sembari menjelajahi tubuh keyboard. Komposisi bebunyian keyboard, cello,…