• esai

    Fast Fashion adalah Kegelapan Kita

    Tiada yang menyangka kalau April yang cerah di Dhaka seketika berubah muram saat Rana Plaza, sebuah gedung 8 lantai di pusat kota, amblas dan menewaskan 1134 orang serta melukai sekitar 2500 lainnya. Tangis dan duka pun meruap ke mana-mana. Hari…

  • resensi

    Sebuah Resah dalam Ziarah

      badai Tuan telah berlalu, salahkah ku menuntut mesra tiap pagi menjelang, kau di sampingku ku aman ada bersamamu selamanya sampai kita tua, sampai jadi debu kau di liang yang satu ku di sebelahmu Kalau kau pernah mendengar lagu Sampai…

  • esai,  upakyana

    Apriani

    Kita memang mudah “gumun” dengan remaja yang, katakanlah, melampaui zamannya. Lihat saja penduduk jagad maya yang semingguan terakhir terus membahas Afi (bukan singkatan dari Akademi Fantasi Indosiar), pemudi yang status media sosialnya selalu ramai, dan Naufal, pemuda penemu listrik dari…

  • esai,  upakyana

    Sati, Jihad, dan Mereka yang Mendatangi Kematian

    sebuah tanya tentang kematian  Meskipun suaminya telah tiada, Dewi Anggraini tetap bergeming terhadap rayuan Arjuna. Ia lebih memilih melakukan bela pati, mengakhiri nyawanya sendiri, daripada menjadi istri Sang Lelananging Jagad. Anggraini mengikrarkan cintanya hanya kepada Ekalaya. Cinta yang juga membawanya…

  • esai,  upakyana

    Didik

    Orang Yunani kuno biasa mengisi waktu luang mereka dengan mengunjungi sebuah tempat atau seseorang yang telah diakui kepandaiannya. Mereka datang untuk bertanya tentang aneka persoalan, baik terkait dengan ilmu praktis atau mistis. Aktivitas beranjangsana serta bertanya ini mereka namai dengan…

  • resensi

    Melukis Kembali Gelap Terang Kartini

    Hal yang harus disadari dalam upaya mengangkat biografi Kartini ke dalam media cerita adalah narasi Kartini yang begitu besar. Kartini, sepanjang hidupnya, menggugat banyak hal sehingga banyak juga kacamata yang bisa digunakan untuk menerjemahkan kisah hidup Kartini. Itu pun belum…