Tag Archives: upakyana

Keroncong Sebelum Kereta

      4 Comments on Keroncong Sebelum Kereta

Mulanya adalah sebuah sore di Stasiun Gambir. Saya terlalu cepat tiba dan lantai dua gedung itu masih begitu lengang. Hanya ada penjaja makanan dan buku yang berbincang dengan dagangan masing-masing. Lalu, tak seberapa lama, lima orang yang mengusung gitar, bas, biola, dan ukulele cak, datang dan mencolokkan kabel ke pelantam suara. Usai salam dan perkenalan singkat, mereka mulai memetik, menggesek,… Read more »

Pulangkah Kita?

      No Comments on Pulangkah Kita?

Tenanglah. Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah. Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah. Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah. (Surat Pulang – Joko Pinurbo) Dua windu lalu di Paris, seorang lelaki tua menghirup udara lamat-lamat sebagai bagian… Read more »

Dolanan yang Memugar Ingatan

      No Comments on Dolanan yang Memugar Ingatan

Gadis kecil itu melempar pecahan genteng ke jalan raya. Di dalam sebuah gambar kotak yang dibentuk dari garis kapur, pecahan tadi mendarat dengan sempurna. Kemudian ia melompat-lompat dengan kaki kanannya sementara kaki kirinya ia angkat. Ia berusaha keras menjaga keseimbangan sambil menjejaki gambar-gambar kotak lainnya yang tidak berisi pecahan genteng. Setelah sampai di ujung, ia berbalik dan melompat kembali ke… Read more »

Gula Kacang

      3 Comments on Gula Kacang

“Sedoso Mas, niku angsal selangkung” (Sepuluh ribu Mas, dapat 25 buah) “Nggih, Pak. Kulo tumbas sedoso ewu, nggih“ Bapak tersebut mengambil plastik bening dari bawah bakulnya. Ia mulai memasukkan satu per satu gula kacang ke dalamnya. “Pak, saking jam pinten wonten menika ?”, Saya bertanya sejak pukul berapa ia datang di tempat ini. “Sediluk Mas, kula tak ngitung sek ya”… Read more »