Tag Archives: sosial

Di Sini Tidak Dilarang Mencintai Bunga-Bunga

tentang perjalanan saya ke Taman Bunga Nusantara Malam teramat larut. Jarum pendek jam tangan sudah menyentuh angka 11 saat ujung motor saya terantuk batas parkir. Adik saya, istrinya, serta anak mereka (keponakan saya) pastilah sudah tidur. Untungnya, Ibu, yang sedang menginap di tempat adik, bisa saya usik untuk membukakan pintu. Malam itu, mau tak mau, saya harus sudah sampai di… Read more »

Pesan-Pesan dari Poso

      No Comments on Pesan-Pesan dari Poso

Kalau saja Friday Glorianto tidak mengenakan kaus polo yang bertuliskan Amnesti Pajak, saya pasti tak bakal hirau, apalagi mengenalinya. Dipadukan dengan celana jins dan sepatu kets, Friday tidak tampak berbeda dengan puluhan penumpang lain yang turun dari pesawat ATR72-500/600 di Bandara Kasiguncu pagi itu. Penampilannya tidak menunjukkan kalau ia adalah orang nomor satu di KPP Pratama Poso. Perkenalan saya dengannya… Read more »

Headshot dan Kelelahan-Kelelahannya

Tiba-tiba lelaki itu bangun. Setengah sadar, ia mencabut selang napasnya, berusaha menuruni tempat tidurnya, terjerembab, jatuh, dan membangunkan perempuan yang tengah pulas di atas sofa. Terkejap kaget, si perempuan segera membantu lelaki kembali ke ranjangnya. Perempuan itu, Dokter Ailin (Chelsea Islan), kemudian menanyakan nama si lelaki. Tergagap atas keadaannya, ia menyebut nama dirinya Ishmael (Iko Uwais). Ailin menggeleng dan menanyakan… Read more »

Mencintai adalah Sebuah Pekerjaan

      9 Comments on Mencintai adalah Sebuah Pekerjaan

[soliloquy id=”0″] resensi buku The Art of Loving – Erich Fromm Love is a verb. Frase ini menjadi sebuah dekonstruksi yang tersaji di awal saya membaca buku ini. Cinta, bukan sebuah benda. Cinta, bukan sebuah sifat. Ia adalah sebuah pekerjaan. Sebuah pekerjaan berarti membutuhkan subjek dan objek. Subjek melakukan sesuatu sehingga objek meniadakan gemingnya. Ia bergerak, atau ia tergerak. Artinya,… Read more »

Berteman Lembur

      2 Comments on Berteman Lembur

“Jeglek”, terdengar suara pintu ruangan Kepala SubBagian Penyusunan Anggaran ditutup. Anggoro bangkit, memperhatikan sekitar. Sudah tidak ada orang lagi. “Oh…ya sudah”, Anggoro meneruskan bekerja sementara waktu telah menunjukkan pukul 23.00 lebih. Tapi apa lacur, ada tenggat waktu pekerjaan yang tidak bisa ditenggang. “Jeglek”, terdengar suara pintu yang sama tertutup lagi. Padahal tidak ada yang membukanya. Pintu itu tidak bisa terbuka… Read more »

Pulangkah Kita?

      No Comments on Pulangkah Kita?

Tenanglah. Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah. Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah. Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah. (Surat Pulang – Joko Pinurbo) Dua windu lalu di Paris, seorang lelaki tua menghirup udara lamat-lamat sebagai bagian… Read more »

Dolanan yang Memugar Ingatan

      No Comments on Dolanan yang Memugar Ingatan

Gadis kecil itu melempar pecahan genteng ke jalan raya. Di dalam sebuah gambar kotak yang dibentuk dari garis kapur, pecahan tadi mendarat dengan sempurna. Kemudian ia melompat-lompat dengan kaki kanannya sementara kaki kirinya ia angkat. Ia berusaha keras menjaga keseimbangan sambil menjejaki gambar-gambar kotak lainnya yang tidak berisi pecahan genteng. Setelah sampai di ujung, ia berbalik dan melompat kembali ke… Read more »

Perangkap Pesona Pokemon

      No Comments on Perangkap Pesona Pokemon

  Seorang pria menunduk melihat ponsel yang sedang digenggamnya. Sementara di lehernya, seekor Pikachu duduk di atas pelana sembari memegang tali kemudi yang diikatkan ke kepala si pria. Gambar buatan Pawel Kuczynski itu tiba-tiba viral di linimassa dan menimbulkan perang opini. Amarah jelas meletup dari jajaran poketrainer, para pemain gim Pokemon Go di ponsel pintar, terhadap gambar itu karena dianggap… Read more »

Gurun Puisi WS Rendra

      No Comments on Gurun Puisi WS Rendra

Rendra menerbitkan buku puisi terakhir pada tahun 1997. Pada saat itu, Yayasan Obor milik Mochtar Lubis lah yang menelurkan kumpulan puisi Mencari Bapa dan Perjalanan Bu Aminah sebagai karya terakhir Willybrordus Surendra Bhawana Rendra Brotoatmojo. Ya, itulah nama lengkap dari Willy Sulaiman Rendra. Nama terakhir digunakan setelah Rendra masuk Islam pada tahun 1970. Rendra, dikenal sebagai penyair pamflet. Penyair Pamflet… Read more »

Merayakan Gelak Puisi Beni

      No Comments on Merayakan Gelak Puisi Beni

Coba kau tanyakan sepuluh orang di dekatmu tentang nama Beni Satryo dan dengarlah jawaban mereka. “Tidak kenal” atau “Siapa ya?” barangkali jawaban paling sering kau dapatkan. Padahal namanya sangat galib. Beni dan Satryo sangat sering dipakai sebagai nama — keduanya bahkan umum digunakan sebagai nama panggilan. Tapi begitu kedua nama itu dipadukan, kebanyakan dari kita akan bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya… Read more »