Tag Archives: percakapan

Nyoto Roso: Sisa Pertaruhan Para Penjaja Penganan di Pantura

Rumah Makan Nyoto Roso di Plelen, Batang

Jarum jam baru saja berlari dari angka 12. Sayup-sayup, gema lapar menguar di udara. Cuaca Batang, kota kecil di garis pantura, mengirimkan keroncongan langsung ke perut orang-orang. “Nanti siang makan di Nyoto Roso ya, ayamnya enak,” Istri saya memberi tanda kalau perutnya juga ikut┬áberontak dan minta diisi. “Jauh nggak dari sini?” “Lumayan. Deket perbatasan Batang-Kendal.” Duh, Gusti. Mobil kami baru… Read more »

Fast Fashion adalah Kegelapan Kita

peragaan busana

Tiada yang menyangka kalau April yang cerah di Dhaka seketika berubah muram saat Rana Plaza, sebuah gedung 8 lantai di pusat kota, amblas dan menewaskan 1134 orang serta melukai sekitar 2500 lainnya. Tangis dan duka pun meruap ke mana-mana. Hari itu, pada awal 2013, musim yang tadinya panas pun basah jua. Bukan karena rintik hujan, melainkan oleh air mata. Sementara,… Read more »

Tentang Memakan Cabai

      No Comments on Tentang Memakan Cabai
menggigit cabai (gambar dari detik.com)

Keriuhan persoalan kenaikan harga cabai membuat saya mengecek kembali hubungan kekerabatan saya dengannya. Soalnya, cabai pernah masuk ke dalam jenis makanan yang selalu saya hindari. Saya mulai akrab dengan cabai sejak mengenyam bangku kuliah. Tanpa cabai, makan siang saya tidak berwarna. Piring akan hanya berisi segepok nasi, sebaris tempe, dan kubangan kuah sayur tanpa rasa. Kedatangan cabai, dalam bentuknya yang… Read more »