Tag Archives: kemanusiaan

#KartiniDJP Julien Sri Redjeki Manossoh, Pengawal Tapal Batas di Utara Nusantara

Pernah, tempat paling utara Indonesia itu diakui Filipina sebagai miliknya. Itu dulu, sebelum narasi nasion terbentuk dan menelurkan Indonesia sebagai namanya. Setelah meyakini diri mardika, tempat itu menjadi beranda nusantara di tepi utara. Tapi persoalan batas belum berakhir. Sebuah aplikasi peta daring dari raksasa internet dunia masih menempatkannya sebagai bagian dari negeri seberang: Filipina. Ini mungkin salah. Namun, letak tempatnya… Read more »

Tentang Memakan Cabai

      No Comments on Tentang Memakan Cabai

Keriuhan persoalan kenaikan harga cabai membuat saya mengecek kembali hubungan kekerabatan saya dengannya. Soalnya, cabai pernah masuk ke dalam jenis makanan yang selalu saya hindari. Saya mulai akrab dengan cabai sejak mengenyam bangku kuliah. Tanpa cabai, makan siang saya tidak berwarna. Piring akan hanya berisi segepok nasi, sebaris tempe, dan kubangan kuah sayur tanpa rasa. Kedatangan cabai, dalam bentuknya yang… Read more »

Payudara

      No Comments on Payudara

Dengan mahar 40 hingga 50 juta rupiah, seorang perempuan dapat mengubah bentuk payudaranya secara permanen. Harga tersebut adalah jumlah mahar yang harus ditebus untuk dapat melakukan operasi payudara di Indonesia. Variasi mahar yang perlu diimpaskan berbeda-beda di setiap tempat tergantung fasilitas yang diperoleh pasien implantasi payudara dan kerumitan prosedur operasi yang akan dilaksanakan. Pada tahun 2014,¬† American Society of Plastic… Read more »

Sakramen

      1 Comment on Sakramen

untuk istriku yang berulang tahun ke-25 Ketika Karen Armstrong mengisahkan sebuah fragmen pernikahan Rasulullah SAW dengan Ummu Salamah dalam buku “Muhammad: The Prophet of Our Time“, mungkin beberapa dari kita akan mengernyitkan dahi. Dalam fragmen itu, dikisahkan Ummu Salamah yang mula-mula enggan menikah dengan Rasulullah karena beliau sangat mencintai suaminya yang baru saja mati syahid. Namun, ketika Muhammad tersenyum dengan… Read more »

Mundur

      4 Comments on Mundur

Richard Lloyd Parry dalam bukunya In Time of Madness¬†menyebut bahwa akhir dari orde baru terasa seperti seks tanpa orgasme. Momen yang seharusnya menjadi titik tolak dari pangkal segala kebobrokan negara selama lebih dari tiga dasawarsa menjadi kisah yang melempem. Titik itu berlangsung alakadarnya, sangat biasa, dan antiklimaks. Dalam nada yang lebih pahit, ia menyebut momen tersebut sebagai momen historis yang… Read more »