Tag Archives: filsafat

Sati, Jihad, dan Mereka yang Mendatangi Kematian

sebuah tanya tentang kematian¬† Meskipun suaminya telah tiada, Dewi Anggraini tetap bergeming terhadap rayuan Arjuna. Ia lebih memilih melakukan bela pati, mengakhiri nyawanya sendiri, daripada menjadi istri Sang Lelananging Jagad. Anggraini mengikrarkan cintanya hanya kepada Ekalaya. Cinta yang juga membawanya tumpas dalam janji sehidup semati berbalut kesetiaan. Apa yang ada di pikiran Dewi Anggraini tatkala memutuskan untuk menemui maut yang… Read more »

Untuk Kamu yang Begitu Dekat Namun Seakan Begitu Jauh

sebuah tanya tentang kematian supaya ridla menerima segala tiba Untuk sesuatu yang begitu dekat intaiannya, kematian sering menjadi sebuah hal yang teramat asing. Bukan hanya karena kita tidak ingin mengenalnya, melainkan juga karena kita tidak mampu mengenalnya. Raut kematian serupa kegelapan senyap atau ketiadaan hakiki. Di dalamnya tinggal sebuah tanya yang gamang. Tanya seluas segara kehidupan yang melengkung, namun tidak… Read more »

Didik

      2 Comments on Didik

Orang Yunani kuno biasa mengisi waktu luang mereka dengan mengunjungi sebuah tempat atau seseorang yang telah diakui kepandaiannya. Mereka datang untuk bertanya tentang aneka persoalan, baik terkait dengan ilmu praktis atau mistis. Aktivitas beranjangsana serta bertanya ini mereka namai dengan istilah skhole, scola, scolae, atau schola. Empat lema tersebut memiliki definisi sama: “waktu yang digunakan untuk belajar”. Jauh sebelum aktivitas… Read more »

Mencintai adalah Sebuah Pekerjaan

      9 Comments on Mencintai adalah Sebuah Pekerjaan

resensi buku The Art of Loving – Erich Fromm Love is a verb. Frase ini menjadi sebuah dekonstruksi yang tersaji di awal saya membaca buku ini. Cinta, bukan sebuah benda. Cinta, bukan sebuah sifat. Ia adalah sebuah pekerjaan. Sebuah pekerjaan berarti membutuhkan subjek dan objek. Subjek melakukan sesuatu sehingga objek meniadakan gemingnya. Ia bergerak, atau ia tergerak. Artinya, permasalahan mengenai… Read more »

Kita dan Benda-Benda

      No Comments on Kita dan Benda-Benda

Seorang Plato mempercayai bahwa dunia indra adalah dunia yang tidak sempurna karena dalam dunia indra, segalanya berubah. Dunia indra mentransformasikan sesuatu yang datang menjadi sebuah proyeksi kebenaran, sebelum sesuatu tersebut akhirnya pergi. Maka, Plato pun mengutuk nafsu dan menjadikannya tingkatan paling bawah dari bagian manusia. Tentu kita mengenal penjelasan yang digurat oleh Plato pada masa lalu, di mana sebagian besar… Read more »