Tag Archives: cerita

Java Jazz yang Selalu Dekat

      4 Comments on Java Jazz yang Selalu Dekat

Gerombolan kami berjumlah empat orang. Mas Yoyon, yang paling senior di antara kami, menyukai musik sesuai usianya: hits era 80-an akhir hingga 90-an. Niczen, seorang tua berpenampilan remaja, terobsesi pada segala yang berbau Korea, termasuk lagu-lagunya dan keinginan keras menjalani operasi plastik. Lalu Lucki, remaja tanggung yang lebih suka lagu indie daripada lagu India. Dan tentu saja saya, penikmat pop… Read more »

Menjejak Blauran, Melihat Klandasan

Di dalam mobil itu, mulut saya tiba-tiba menyalak seperti anjing yang sedang berseru-seru. Saya terkejut, tentu saja, setidaknya pada dua hal: keluwesan saya mengabsen nama-nama binatang, dan pada sumpah serapah itu sendiri. Tidak biasanya saya lancar mengumpat ketika mengemudi. Apalagi permasalahannya sepele: salah menggeser tuas lampu sen. Mungkin benar belaka kalau saya kelabakan akibat terlalu bersemangat, atau terlalu waswas karena tawaran… Read more »

Tentang Memakan Cabai

      No Comments on Tentang Memakan Cabai

Keriuhan persoalan kenaikan harga cabai membuat saya mengecek kembali hubungan kekerabatan saya dengannya. Soalnya, cabai pernah masuk ke dalam jenis makanan yang selalu saya hindari. Saya mulai akrab dengan cabai sejak mengenyam bangku kuliah. Tanpa cabai, makan siang saya tidak berwarna. Piring akan hanya berisi segepok nasi, sebaris tempe, dan kubangan kuah sayur tanpa rasa. Kedatangan cabai, dalam bentuknya yang… Read more »

Pesan-Pesan dari Poso

      No Comments on Pesan-Pesan dari Poso

Kalau saja Friday Glorianto tidak mengenakan kaus polo yang bertuliskan Amnesti Pajak, saya pasti tak bakal hirau, apalagi mengenalinya. Dipadukan dengan celana jins dan sepatu kets, Friday tidak tampak berbeda dengan puluhan penumpang lain yang turun dari pesawat ATR72-500/600 di Bandara Kasiguncu pagi itu. Penampilannya tidak menunjukkan kalau ia adalah orang nomor satu di KPP Pratama Poso. Perkenalan saya dengannya… Read more »

Berteman Lembur

      2 Comments on Berteman Lembur

“Jeglek”, terdengar suara pintu ruangan Kepala SubBagian Penyusunan Anggaran ditutup. Anggoro bangkit, memperhatikan sekitar. Sudah tidak ada orang lagi. “Oh…ya sudah”, Anggoro meneruskan bekerja sementara waktu telah menunjukkan pukul 23.00 lebih. Tapi apa lacur, ada tenggat waktu pekerjaan yang tidak bisa ditenggang. “Jeglek”, terdengar suara pintu yang sama tertutup lagi. Padahal tidak ada yang membukanya. Pintu itu tidak bisa terbuka… Read more »

Pulangkah Kita?

      No Comments on Pulangkah Kita?

Tenanglah. Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah. Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah. Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah. (Surat Pulang – Joko Pinurbo) Dua windu lalu di Paris, seorang lelaki tua menghirup udara lamat-lamat sebagai bagian… Read more »

Dolanan yang Memugar Ingatan

      No Comments on Dolanan yang Memugar Ingatan

Gadis kecil itu melempar pecahan genteng ke jalan raya. Di dalam sebuah gambar kotak yang dibentuk dari garis kapur, pecahan tadi mendarat dengan sempurna. Kemudian ia melompat-lompat dengan kaki kanannya sementara kaki kirinya ia angkat. Ia berusaha keras menjaga keseimbangan sambil menjejaki gambar-gambar kotak lainnya yang tidak berisi pecahan genteng. Setelah sampai di ujung, ia berbalik dan melompat kembali ke… Read more »

Perangkap Pesona Pokemon

      No Comments on Perangkap Pesona Pokemon

  Seorang pria menunduk melihat ponsel yang sedang digenggamnya. Sementara di lehernya, seekor Pikachu duduk di atas pelana sembari memegang tali kemudi yang diikatkan ke kepala si pria. Gambar buatan Pawel Kuczynski itu tiba-tiba viral di linimassa dan menimbulkan perang opini. Amarah jelas meletup dari jajaran poketrainer, para pemain gim Pokemon Go di ponsel pintar, terhadap gambar itu karena dianggap… Read more »

Kerja

      5 Comments on Kerja

Sedikitnya lima hari dalam seminggu, sinar matahari terbit akan saya tentang demi berangkat menuju kantor. Debu dan asap juga menjadi karib mengiringi perjalanan yang biasanya memakan waktu 15 menit itu. Tempat yang saya tuju adalah sebuah gedung megah di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Di sanalah, sembilan jam waktu saya amblas untuk melakukan aktivitas yang disebut dengan bekerja. Pekerjaan adalah… Read more »

Ada Apa Dengan Cinta 2: Akhir Kisah yang Sudah Diduga

Setelah 9 tahun berpisah, sepasang laki-laki dan perempuan yang pernah saling mencintai bertemu kembali secara tidak sengaja. Sembari menekuri ingatan-ingatan yang jauh, mereka terlibat percakapan panjang nun emosional. Jalan dan lanskap kota disusuri, romansa pertemuan pun memanggil reaksi kimiawi, dan perasaan-perasaan yang terkubur mampu tumbuh kembali. Namun, kesemua cerita itu berakhir ketika salah seorang harus kembali ke kehidupannya semula. Tukilan… Read more »