Tag Archives: catatan

Memburu Durian, Mencumbu Keaslian dari Indonesia

Durian mungkin adalah salah satu buah yang kontroversial. Meski banyak yang memujanya, durian juga dibenci. Buktinya adalah larangan untuk makan durian di sembarang tempat. Beberapa hotel, meskipun berada di daerah sentra penghasil durian, melarang penikmatnya untuk memakan durian di kamar hotel. Pasalnya, durian dikenal akan baunya yang sungguh menyengat dan kadang membuat olfaktorimu memberikan sinyal mual pada perut. Belum lagi… Read more »

Dilan 1990 dan Harapan-Harapan akan Kisah Cinta

  Saya membuka tulisan ini dengan peringatan bahwa siapapun yang hendak memutuskan menonton Dilan 1990 dengan hanya ditemani Rakib di lengan kanan dan Atid di lengan kiri, sebaiknya pikirkanlah berulang-ulang. Meskipun mereka adalah kawan baik yang tak pernah meninggalkanmu, menonton film romantis sendirian adalah musibah yang lebih maut daripada ditinggalkan kekasih saat sedang sayang-sayangnya. Selain karena pamor bukunya yang konon… Read more »

Pentingnya untuk Sesekali Bersepi-sepi dengan Alam

Di rumah itu mereka tinggal berdua. Bertiga dengan waktu. Berempat dengan buku. Berlima dengan televisi. Bersendiri dengan puisi. (Joko Pinurbo – Jendela) Rata-rata orang memang menyukai kehingaran dan keramaian. Atau, paling tidak, menemui kehingaran dan keramaian setiap harinya. Oleh karena itu, orang-orang akan terbiasa menyemut di pasar, sekolah, atau tempat kerja. Pendeknya, mereka menyukai berpendaran di kota. Kehingaran dan keramaian… Read more »

Musik Terbaik dari Samurai X

      No Comments on Musik Terbaik dari Samurai X

Sekitar lima belas tahun silam, (Keparat! Deretan kata ini membuat saya merasa tua betul) kala hidup masih terasa baik-baik saja dan kegamangan terbesar adalah bagaimana menghindar dari tugas mengepel lantai saban harinya, film kartun menjadi sarana pelepasan terbaik. Setiap sore, setelah berletih-letih mengaji dan bibir menjadi kering akibat mengucap huruf-huruf dari jazirah asing, saya akan memaku pandang kepada televisi dan… Read more »

Kampung yang Dibuat dari Pelangi

      No Comments on Kampung yang Dibuat dari Pelangi

Tahun lalu, beberapa anak muda menjinjing kaleng cat ke sebuah perkampungan di Gunung Brintik, Semarang. Mereka meminta izin mengecat beberapa rumah sebagai salah satu proyek kuliah. Kampung yang semula kumuh dan seram karena berbatasan dengan pekuburan terbesar di Asia Tenggara itu, dipulas warna-warni. Imaji menyeramkan yang lama tertabal pun luntur. Melihat warna-warni menghiasi sebagian rumah, Pemerintah Kota Semarang yang kebetulan… Read more »

Memainkan Mimpi-Mimpi di World of Ghibli

Tidak banyak film animasi yang bisa memenuhi prasyarat sebuah mutu baik: mampu bercerita dengan indah dan memenuhi ruang hati penontonnya dengan perasaan yang berwarna. Dari sedikit film yang bermutu baik itu, film-film produksi Studio Ghibli adalah sebagian yang punya posisi tak tergoyahkan. Mereka, secara konsisten, menyajikan film-film animasi yang bisa memberikan nuansa hangat di dada. Saya sendiri tidak terlampau ingat… Read more »

Dari Sepucuk Pagi di Sungai Kuin

      No Comments on Dari Sepucuk Pagi di Sungai Kuin

Menyesuaikan diri akibat perpindahan bagian waktu mungkin akan selalu menjadi soal yang tak bisa saya atasi. Bergeser satu jam saja, pola tidur saya sudah rusak. Apalagi jika bergesernya jauh lebih banyak. Perlu beberapa hari untuk membuat metabolisme tubuh kembali wajar sehingga mulut bisa mengkremus serta perut juga bisa murus-murus dengan khidmat serta lancar. Makanya, saat diharuskan bangun pada pukul 04.00 WITA, saya… Read more »

Busana adalah Identitas

      3 Comments on Busana adalah Identitas

Sekurang-kurangnya, dua stel kemeja berwarna biru-muda-agak-tua-sedikit-yang-memiliki-kode-pantone-658c pasti selalu tersedia di lemari setiap PNS Kementerian Keuangan. Soalnya, peraturan perklambian menegaskan betul kalau PNS Kemenkeu harus mengenakan kemeja itu, berpadu dengan bawahan biru tua, saban Rabu. Maka, haram hukumnya para PNS ini, termasuk saya, kalau hanya memiliki satu stel saja, apalagi tidak punya. Selain bakal dipandang dengan mata yang terpicing, tidak mengenakan… Read more »

Fast Fashion adalah Kegelapan Kita

Tiada yang menyangka kalau April yang cerah di Dhaka seketika berubah muram saat Rana Plaza, sebuah gedung 8 lantai di pusat kota, amblas dan menewaskan 1134 orang serta melukai sekitar 2500 lainnya. Tangis dan duka pun meruap ke mana-mana. Hari itu, pada awal 2013, musim yang tadinya panas pun basah jua. Bukan karena rintik hujan, melainkan oleh air mata. Sementara,… Read more »

Mengerat Senja di Pelabuhan Sunda Kelapa

Matahari belum surut dan sore belum begitu rapi waktu saya beranjak ke arah utara. “Kalau Jakarta sedang tidak panas dan jalanan juga sedang tidak ramai, pergilah ke Pelabuhan Sunda Kelapa”, kata seorang teman. Ia mengucapkannya beberapa bulan lalu. Tetapi, baru sore ini saya bisa menggelandang diri ke sana. Kebetulan, hari sedang libur dan sengatan matahari seperti remaja yang kali pertama… Read more »