Tag Archives: catatan

Dari Sepucuk Pagi di Sungai Kuin

      No Comments on Dari Sepucuk Pagi di Sungai Kuin
hidup di antara kayu (3)

Menyesuaikan diri akibat perpindahan bagian waktu mungkin akan selalu menjadi soal yang tak bisa saya atasi.¬†Bergeser satu jam saja, pola tidur saya sudah rusak. Apalagi jika bergesernya jauh lebih banyak.¬†Perlu beberapa hari untuk membuat metabolisme tubuh kembali wajar sehingga mulut bisa mengkremus serta perut juga bisa murus-murus dengan khidmat serta lancar. Makanya, saat diharuskan bangun pada pukul 04.00 WITA, saya… Read more »

Busana adalah Identitas

      3 Comments on Busana adalah Identitas
Safia Minney bersama pemberdayaan

Sekurang-kurangnya, dua stel kemeja berwarna biru-muda-agak-tua-sedikit-yang-memiliki-kode-pantone-658c pasti selalu tersedia di lemari setiap PNS Kementerian Keuangan. Soalnya, peraturan perklambian menegaskan betul kalau PNS Kemenkeu harus mengenakan kemeja itu, berpadu dengan bawahan biru tua, saban Rabu. Maka, haram hukumnya para PNS ini, termasuk saya, kalau hanya memiliki satu stel saja, apalagi tidak punya. Selain bakal dipandang dengan mata yang terpicing, tidak mengenakan… Read more »

Atap

      2 Comments on Atap
si atap dalam pelukan

Senyumnya selalu mengembang ketika kepala saya melongok dari pintu yang setengah terbuka. Ia seakan tertawa, tetapi tanpa gelak. Hanya gigi-gigi mungilnya yang bergeletuk menyambut saya, ayahnya, kembali ke Semarang setelah meninggalkannya pada hari-hari kerja. Di sela senyum, ia selalu memanggil jabatan dan nama depan saya: “Ayah Meidiawan”. Lalu, peluk-peluk pun berhamburan. Dia dan saya tidak pernah kikir dalam merayakan kebahagiaan… Read more »

Fast Fashion adalah Kegelapan Kita

peragaan busana

Tiada yang menyangka kalau April yang cerah di Dhaka seketika berubah muram saat Rana Plaza, sebuah gedung 8 lantai di pusat kota, amblas dan menewaskan 1134 orang serta melukai sekitar 2500 lainnya. Tangis dan duka pun meruap ke mana-mana. Hari itu, pada awal 2013, musim yang tadinya panas pun basah jua. Bukan karena rintik hujan, melainkan oleh air mata. Sementara,… Read more »

Mengerat Senja di Pelabuhan Sunda Kelapa

DSCF7263

Matahari belum surut dan sore belum begitu rapi waktu saya beranjak ke arah utara. “Kalau Jakarta sedang tidak panas dan jalanan juga sedang tidak ramai, pergilah ke Pelabuhan Sunda Kelapa”, kata seorang teman. Ia mengucapkannya beberapa bulan lalu. Tetapi, baru sore ini saya bisa menggelandang diri ke sana. Kebetulan, hari sedang libur dan sengatan matahari seperti remaja yang kali pertama… Read more »

Apriani

      No Comments on Apriani
apriani 2

Kita memang mudah “gumun” dengan remaja yang, katakanlah, melampaui zamannya. Lihat saja penduduk jagad maya yang semingguan terakhir terus membahas Afi (bukan singkatan dari Akademi Fantasi Indosiar), pemudi yang status media sosialnya selalu ramai, dan Naufal, pemuda penemu listrik dari pohon kedondong. Afi dibahas karena status facebooknya. Lewat jejaring sosial mirik antek yahudi amrikkiyah itu, Afi menerbitkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang… Read more »

Ugal-ugalan Memakan Ikan Goropa di Padapu

Hidangan yang saya makan di Padapu. Sambalnya sungguh aduhai

Sebenarnya kami percaya saja ketika rekan kami, Rahman Duwingik, bilang bahwa perjalanan ke Ampana, Tojo Una-Una, bakal santai. Dari balik kemudi, Rahman berkata kalau ia sedang tidak ingin kebut-kebutan di jalan Trans Sulawesi. Terlebih, tidak ada yang kami kejar hingga beberapa jam ke depan. Penugasan di sana baru mulai esok dan Ampana, mengutip kelakar yang dulu pernah dianggap lucu, juga… Read more »

Didik

      2 Comments on Didik
gambar dari pixabay

Orang Yunani kuno biasa mengisi waktu luang mereka dengan mengunjungi sebuah tempat atau seseorang yang telah diakui kepandaiannya. Mereka datang untuk bertanya tentang aneka persoalan, baik terkait dengan ilmu praktis atau mistis. Aktivitas beranjangsana serta bertanya ini mereka namai dengan istilah skhole, scola, scolae, atau schola. Empat lema tersebut memiliki definisi sama: “waktu yang digunakan untuk belajar”. Jauh sebelum aktivitas… Read more »

#KartiniDJP Julien Sri Redjeki Manossoh, Pengawal Tapal Batas di Utara Nusantara

julien sri redjeki sendiri

Pernah, tempat paling utara Indonesia itu diakui Filipina sebagai miliknya. Itu dulu, sebelum narasi nasion terbentuk dan menelurkan Indonesia sebagai namanya. Setelah meyakini diri mardika, tempat itu menjadi beranda nusantara di tepi utara. Tapi persoalan batas belum berakhir. Sebuah aplikasi peta daring dari raksasa internet dunia masih menempatkannya sebagai bagian dari negeri seberang: Filipina. Ini mungkin salah. Namun, letak tempatnya… Read more »

#KartiniDJP Retno Widi Astuti, Penggemar Ular, Menyita tanpa Gentar

DP3M0946a-3

Gugurnya seorang rekan dengan profesi serupa jelas menerbitkan gundah yang tidak hanya mencekat diriya, tetapi juga keluarganya. Apalagi, ia adalah seorang perempuan, yang sering ditempatkan sebagai gender kedua. Imajinasi atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa muncul sempat membuat keluarganya resah sehingga memintanya supaya lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Tapi toh Retno Widi Astuti terus melaju. Ia terus melaksanakan pekerjaannya sebagai Juru Sita… Read more »