The White Helmets: Ksatria Helm Putih yang Terluka

Suara gelegar terdengar hebat tak berapa lama setelah bom pertama menghantam. Satu kompleks perumahan luluh lantak. Atap dan jendela berhamburan. Dari puing-puing bangunan, beberapa gadis kecil berhasil ditarik keluar tepat sebelum bom kedua menerjang dan meruntuhkan dinding yang tersisa. Udara mengeruh. Debu-debu beterbangan. Orang-orang berlarian seraya melafazkan takbir yang dipekikkan berulang-ulang. Suriah sedang sakit. Pada 17 Agustus lalu, seorang anak… Read more »

Tentang Memakan Cabai

      No Comments on Tentang Memakan Cabai

Keriuhan persoalan kenaikan harga cabai membuat saya mengecek kembali hubungan kekerabatan saya dengannya. Soalnya, cabai pernah masuk ke dalam jenis makanan yang selalu saya hindari. Saya mulai akrab dengan cabai sejak mengenyam bangku kuliah. Tanpa cabai, makan siang saya tidak berwarna. Piring akan hanya berisi segepok nasi, sebaris tempe, dan kubangan kuah sayur tanpa rasa. Kedatangan cabai, dalam bentuknya yang… Read more »

Di Sini Tidak Dilarang Mencintai Bunga-Bunga

tentang perjalanan saya ke Taman Bunga Nusantara Malam teramat larut. Jarum pendek jam tangan sudah menyentuh angka 11 saat ujung motor saya terantuk batas parkir. Adik saya, istrinya, serta anak mereka (keponakan saya) pastilah sudah tidur. Untungnya, Ibu, yang sedang menginap di tempat adik, bisa saya usik untuk membukakan pintu. Malam itu, mau tak mau, saya harus sudah sampai di… Read more »

Pesan-Pesan dari Poso

      No Comments on Pesan-Pesan dari Poso

Kalau saja Friday Glorianto tidak mengenakan kaus polo yang bertuliskan Amnesti Pajak, saya pasti tak bakal hirau, apalagi mengenalinya. Dipadukan dengan celana jins dan sepatu kets, Friday tidak tampak berbeda dengan puluhan penumpang lain yang turun dari pesawat ATR72-500/600 di Bandara Kasiguncu pagi itu. Penampilannya tidak menunjukkan kalau ia adalah orang nomor satu di KPP Pratama Poso. Perkenalan saya dengannya… Read more »

Headshot dan Kelelahan-Kelelahannya

      4 Comments on Headshot dan Kelelahan-Kelelahannya

Tiba-tiba lelaki itu bangun. Setengah sadar, ia mencabut selang napasnya, berusaha menuruni tempat tidurnya, terjerembab, jatuh, dan membangunkan perempuan yang tengah pulas di atas sofa. Terkejap kaget, si perempuan segera membantu lelaki kembali ke ranjangnya. Perempuan itu, Dokter Ailin (Chelsea Islan), kemudian menanyakan nama si lelaki. Tergagap atas keadaannya, ia menyebut nama dirinya Ishmael (Iko Uwais). Ailin menggeleng dan menanyakan… Read more »

Mencintai adalah Sebuah Pekerjaan

      9 Comments on Mencintai adalah Sebuah Pekerjaan

resensi buku The Art of Loving – Erich Fromm Love is a verb. Frase ini menjadi sebuah dekonstruksi yang tersaji di awal saya membaca buku ini. Cinta, bukan sebuah benda. Cinta, bukan sebuah sifat. Ia adalah sebuah pekerjaan. Sebuah pekerjaan berarti membutuhkan subjek dan objek. Subjek melakukan sesuatu sehingga objek meniadakan gemingnya. Ia bergerak, atau ia tergerak. Artinya, permasalahan mengenai… Read more »

Berteman Lembur

      2 Comments on Berteman Lembur

“Jeglek”, terdengar suara pintu ruangan Kepala SubBagian Penyusunan Anggaran ditutup. Anggoro bangkit, memperhatikan sekitar. Sudah tidak ada orang lagi. “Oh…ya sudah”, Anggoro meneruskan bekerja sementara waktu telah menunjukkan pukul 23.00 lebih. Tapi apa lacur, ada tenggat waktu pekerjaan yang tidak bisa ditenggang. “Jeglek”, terdengar suara pintu yang sama tertutup lagi. Padahal tidak ada yang membukanya. Pintu itu tidak bisa terbuka… Read more »

Kesendirian Gerald Situmorang

      No Comments on Kesendirian Gerald Situmorang

resensi album Solitude dari Gerald Situmorang Kita bisa terikat pada apa saja. Pada seseorang yang merenggut kecintaan kita, pada pekerjaan yang membuncahkan gairah, atau pada kenangan yang ingin kita putar berulang. Tapi, bagaimana jika keterikatan itu timbul pada sebuah ruangan? Gitar-gitar yang disangga dudukannya, tegak berdiri seakan sedang bertelekan sekaligus siap untuk dimainkan. Bass drum teronggok di sudut ruangan. Sedangkan… Read more »

Gubahan Asik Piano Klasik Ista

      No Comments on Gubahan Asik Piano Klasik Ista

Resensi Album Talking Days dari Christabel Annora Jemarinya seakan berdansa di atas tuts Keyboard Korg. Sementara di sisinya, dua orang memainkan cello dan biola. Larik demi larik lagu “60 km/h” lalu ia lantunkan sembari menjelajahi tubuh keyboard. Komposisi bebunyian keyboard, cello, dan biola pun mengiringi suaranya yang indah dan membawa pendengarnya terlecut, entah untuk apa. Tidak banyak pianis sekaligus penyanyi dan… Read more »

Pulangkah Kita?

      No Comments on Pulangkah Kita?

Tenanglah. Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah. Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah. Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah. (Surat Pulang – Joko Pinurbo) Dua windu lalu di Paris, seorang lelaki tua menghirup udara lamat-lamat sebagai bagian… Read more »