Category Archives: upakyana

Keroncong Sebelum Kereta

      4 Comments on Keroncong Sebelum Kereta

Mulanya adalah sebuah sore di Stasiun Gambir. Saya terlalu cepat tiba dan lantai dua gedung itu masih begitu lengang. Hanya ada penjaja makanan dan buku yang berbincang dengan dagangan masing-masing. Lalu, tak seberapa lama, lima orang yang mengusung gitar, bas, biola, dan ukulele cak, datang dan mencolokkan kabel ke pelantam suara. Usai salam dan perkenalan singkat, mereka mulai memetik, menggesek,… Read more »

Di Sini Tidak Dilarang Mencintai Bunga-Bunga

tentang perjalanan saya ke Taman Bunga Nusantara Malam teramat larut. Jarum pendek jam tangan sudah menyentuh angka 11 saat ujung motor saya terantuk batas parkir. Adik saya, istrinya, serta anak mereka (keponakan saya) pastilah sudah tidur. Untungnya, Ibu, yang sedang menginap di tempat adik, bisa saya usik untuk membukakan pintu. Malam itu, mau tak mau, saya harus sudah sampai di… Read more »

Pesan-Pesan dari Poso

      No Comments on Pesan-Pesan dari Poso

Kalau saja Friday Glorianto tidak mengenakan kaus polo yang bertuliskan Amnesti Pajak, saya pasti tak bakal hirau, apalagi mengenalinya. Dipadukan dengan celana jins dan sepatu kets, Friday tidak tampak berbeda dengan puluhan penumpang lain yang turun dari pesawat ATR72-500/600 di Bandara Kasiguncu pagi itu. Penampilannya tidak menunjukkan kalau ia adalah orang nomor satu di KPP Pratama Poso. Perkenalan saya dengannya… Read more »

Berteman Lembur

      2 Comments on Berteman Lembur

“Jeglek”, terdengar suara pintu ruangan Kepala SubBagian Penyusunan Anggaran ditutup. Anggoro bangkit, memperhatikan sekitar. Sudah tidak ada orang lagi. “Oh…ya sudah”, Anggoro meneruskan bekerja sementara waktu telah menunjukkan pukul 23.00 lebih. Tapi apa lacur, ada tenggat waktu pekerjaan yang tidak bisa ditenggang. “Jeglek”, terdengar suara pintu yang sama tertutup lagi. Padahal tidak ada yang membukanya. Pintu itu tidak bisa terbuka… Read more »

Dolanan yang Memugar Ingatan

      No Comments on Dolanan yang Memugar Ingatan

Gadis kecil itu melempar pecahan genteng ke jalan raya. Di dalam sebuah gambar kotak yang dibentuk dari garis kapur, pecahan tadi mendarat dengan sempurna. Kemudian ia melompat-lompat dengan kaki kanannya sementara kaki kirinya ia angkat. Ia berusaha keras menjaga keseimbangan sambil menjejaki gambar-gambar kotak lainnya yang tidak berisi pecahan genteng. Setelah sampai di ujung, ia berbalik dan melompat kembali ke… Read more »

Gula Kacang

      3 Comments on Gula Kacang

“Sedoso Mas, niku angsal selangkung” (Sepuluh ribu Mas, dapat 25 buah) “Nggih, Pak. Kulo tumbas sedoso ewu, nggih“ Bapak tersebut mengambil plastik bening dari bawah bakulnya. Ia mulai memasukkan satu per satu gula kacang ke dalamnya. “Pak, saking jam pinten wonten menika ?”, Saya bertanya sejak pukul berapa ia datang di tempat ini. “Sediluk Mas, kula tak ngitung sek ya”… Read more »

Sakramen

      1 Comment on Sakramen

untuk istriku yang berulang tahun ke-25 Ketika Karen Armstrong mengisahkan sebuah fragmen pernikahan Rasulullah SAW dengan Ummu Salamah dalam buku “Muhammad: The Prophet of Our Time“, mungkin beberapa dari kita akan mengernyitkan dahi. Dalam fragmen itu, dikisahkan Ummu Salamah yang mula-mula enggan menikah dengan Rasulullah karena beliau sangat mencintai suaminya yang baru saja mati syahid. Namun, ketika Muhammad tersenyum dengan… Read more »

Sunyi Menyanyi pada Pagi

      1 Comment on Sunyi Menyanyi pada Pagi

Jendela-jendela pun sunyi Menangkap kelam kali Yang kering, yang terasing Jauh dalam kerak musim (Goenawan Mohamad – Catatan-catatan Jakarta) Kadang, saya merasa sangat sunyi dalam menyambut pagi. Terbangun lebih awal dari deru azan di pagi yang begitu sepi. Menemui jalanan lengang, langit temaram. Saya berusaha memohon agar matahari muncul saja tanpa perlu menyiakan waktu terbit. Di waktu ini pula, jika… Read more »