Category Archives: upakyana

Apriani

      No Comments on Apriani

Kita memang mudah “gumun” dengan remaja yang, katakanlah, melampaui zamannya. Lihat saja penduduk jagad maya yang semingguan terakhir terus membahas Afi (bukan singkatan dari Akademi Fantasi Indosiar), pemudi yang status media sosialnya selalu ramai, dan Naufal, pemuda penemu listrik dari pohon kedondong. Afi dibahas karena status facebooknya. Lewat jejaring sosial mirik antek yahudi amrikkiyah itu, Afi menerbitkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang… Read more »

Sati, Jihad, dan Mereka yang Mendatangi Kematian

sebuah tanya tentang kematian¬† Meskipun suaminya telah tiada, Dewi Anggraini tetap bergeming terhadap rayuan Arjuna. Ia lebih memilih melakukan bela pati, mengakhiri nyawanya sendiri, daripada menjadi istri Sang Lelananging Jagad. Anggraini mengikrarkan cintanya hanya kepada Ekalaya. Cinta yang juga membawanya tumpas dalam janji sehidup semati berbalut kesetiaan. Apa yang ada di pikiran Dewi Anggraini tatkala memutuskan untuk menemui maut yang… Read more »

Untuk Kamu yang Begitu Dekat Namun Seakan Begitu Jauh

sebuah tanya tentang kematian supaya ridla menerima segala tiba Untuk sesuatu yang begitu dekat intaiannya, kematian sering menjadi sebuah hal yang teramat asing. Bukan hanya karena kita tidak ingin mengenalnya, melainkan juga karena kita tidak mampu mengenalnya. Raut kematian serupa kegelapan senyap atau ketiadaan hakiki. Di dalamnya tinggal sebuah tanya yang gamang. Tanya seluas segara kehidupan yang melengkung, namun tidak… Read more »

Didik

      2 Comments on Didik

Orang Yunani kuno biasa mengisi waktu luang mereka dengan mengunjungi sebuah tempat atau seseorang yang telah diakui kepandaiannya. Mereka datang untuk bertanya tentang aneka persoalan, baik terkait dengan ilmu praktis atau mistis. Aktivitas beranjangsana serta bertanya ini mereka namai dengan istilah skhole, scola, scolae, atau schola. Empat lema tersebut memiliki definisi sama: “waktu yang digunakan untuk belajar”. Jauh sebelum aktivitas… Read more »

#KartiniDJP Sukindar Setyaningrum: Tetap Menyusui walau Keluar Masuk Pedalaman Kalimantan

Dalam kondisi hamil 6,5 bulan, Sukindar Setyaningrum harus segera mengepak barang-barang dan berangkat ke Balikpapan. Selembar keputusan mutasi membawanya meneruskan karier sebagai fungsional penilai di Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara untuk lama yang ia tak bisa inderai. Saat itu, ia berpikir bahwa konsekuensi bertugas di bumi Borneo berarti keharusan untuk keluar masuk hutan, selain tentu saja berjarak sebegitu… Read more »

#KartiniDJP Julien Sri Redjeki Manossoh, Pengawal Tapal Batas di Utara Nusantara

Pernah, tempat paling utara Indonesia itu diakui Filipina sebagai miliknya. Itu dulu, sebelum narasi nasion terbentuk dan menelurkan Indonesia sebagai namanya. Setelah meyakini diri mardika, tempat itu menjadi beranda nusantara di tepi utara. Tapi persoalan batas belum berakhir. Sebuah aplikasi peta daring dari raksasa internet dunia masih menempatkannya sebagai bagian dari negeri seberang: Filipina. Ini mungkin salah. Namun, letak tempatnya… Read more »

#KartiniDJP Retno Widi Astuti, Penggemar Ular, Menyita tanpa Gentar

Gugurnya seorang rekan dengan profesi serupa jelas menerbitkan gundah yang tidak hanya mencekat diriya, tetapi juga keluarganya. Apalagi, ia adalah seorang perempuan, yang sering ditempatkan sebagai gender kedua. Imajinasi atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa muncul sempat membuat keluarganya resah sehingga memintanya supaya lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Tapi toh Retno Widi Astuti terus melaju. Ia terus melaksanakan pekerjaannya sebagai Juru Sita… Read more »

#KartiniDJP Emie Zulaikhah: Ibu Delapan Anak yang Tetap Perkasa

Dikaruniai delapan orang anak tidak pernah sedikit pun mengendurkan itikad Emie Zulaikhah untuk bekerja sebaik-baik dan sehormat-hormatnya. Meski terkadang didera keharusan bekerja lembur di malam hari maupun akhir pekan, Emie selalu berkomitmen dalam melaksanakannya. Ia sangat fokus, disiplin, dan sebisa mungkin tidak membuang-buang waktu di kantor untuk hal-hal yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan. Sebagai Account Representative KPP Pratama Yogyakarta,… Read more »

Yang Bukan Jazz di Festival Java Jazz

Sore itu, si lelaki muda memilih setelan jas dibandingkan kemeja batik. Padahal, rekan-rekannya bersetia dengan kostum manggung seperti biasa. Mungkin karena ini adalah festival jazz terbesar di belahan bumi selatan, ia ingin memberi kesan berbeda, pikir saya. Tapi, selain jas, dandanannya sama belaka. Ia masih meminyaki rambut dan menyisirnya ke belakang. Juga matanya yang tampak tak bisa dibuka lebar-lebar itu…. Read more »

Java Jazz yang Selalu Dekat

      4 Comments on Java Jazz yang Selalu Dekat

Gerombolan kami berjumlah empat orang. Mas Yoyon, yang paling senior di antara kami, menyukai musik sesuai usianya: hits era 80-an akhir hingga 90-an. Niczen, seorang tua berpenampilan remaja, terobsesi pada segala yang berbau Korea, termasuk lagu-lagunya dan keinginan keras menjalani operasi plastik. Lalu Lucki, remaja tanggung yang lebih suka lagu indie daripada lagu India. Dan tentu saja saya, penikmat pop… Read more »