Author Archives: Meidiawan Cesarian Syah

#KartiniDJP Retno Widi Astuti, Penggemar Ular, Menyita tanpa Gentar

Gugurnya seorang rekan dengan profesi serupa jelas menerbitkan gundah yang tidak hanya mencekat diriya, tetapi juga keluarganya. Apalagi, ia adalah seorang perempuan, yang sering ditempatkan sebagai gender kedua. Imajinasi atas kemungkinan-kemungkinan yang bisa muncul sempat membuat keluarganya resah sehingga memintanya supaya lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Tapi toh Retno Widi Astuti terus melaju. Ia terus melaksanakan pekerjaannya sebagai Juru Sita… Read more »

#KartiniDJP Emie Zulaikhah: Ibu Delapan Anak yang Tetap Perkasa

Dikaruniai delapan orang anak tidak pernah sedikit pun mengendurkan itikad Emie Zulaikhah untuk bekerja sebaik-baik dan sehormat-hormatnya. Meski terkadang didera keharusan bekerja lembur di malam hari maupun akhir pekan, Emie selalu berkomitmen dalam melaksanakannya. Ia sangat fokus, disiplin, dan sebisa mungkin tidak membuang-buang waktu di kantor untuk hal-hal yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan. Sebagai Account Representative KPP Pratama Yogyakarta,… Read more »

Rangkaian Keajaiban di Semesta Fantasi Ziggy

resensi novel Semua Ikan di Langit Itu adalah buku tentang petualangan yang dikomandoi seorang anak lelaki dan membawa rombongannya  berpindah-pindah: dari bumi, luar angkasa, hingga seluruh semesta. Masing-masing cerita dijeda oleh ilustrasi yang digambar sendiri oleh penulisnya. Tahu buku apa yang sedang kita bicarakan? Jika menyukai sastra lawas, barangkali Anda akan mengasosiasikannya dengan karya penulis Perancis, Antoine de Saint-Exupery, “The Little… Read more »

Yang Bukan Jazz di Festival Java Jazz

Sore itu, si lelaki muda memilih setelan jas dibandingkan kemeja batik. Padahal, rekan-rekannya bersetia dengan kostum manggung seperti biasa. Mungkin karena ini adalah festival jazz terbesar di belahan bumi selatan, ia ingin memberi kesan berbeda, pikir saya. Tapi, selain jas, dandanannya sama belaka. Ia masih meminyaki rambut dan menyisirnya ke belakang. Juga matanya yang tampak tak bisa dibuka lebar-lebar itu…. Read more »

Java Jazz yang Selalu Dekat

      4 Comments on Java Jazz yang Selalu Dekat

Gerombolan kami berjumlah empat orang. Mas Yoyon, yang paling senior di antara kami, menyukai musik sesuai usianya: hits era 80-an akhir hingga 90-an. Niczen, seorang tua berpenampilan remaja, terobsesi pada segala yang berbau Korea, termasuk lagu-lagunya dan keinginan keras menjalani operasi plastik. Lalu Lucki, remaja tanggung yang lebih suka lagu indie daripada lagu India. Dan tentu saja saya, penikmat pop… Read more »

Menjejak Blauran, Melihat Klandasan

Di dalam mobil itu, mulut saya tiba-tiba menyalak seperti anjing yang sedang berseru-seru. Saya terkejut, tentu saja, setidaknya pada dua hal: keluwesan saya mengabsen nama-nama binatang, dan pada sumpah serapah itu sendiri. Tidak biasanya saya lancar mengumpat ketika mengemudi. Apalagi permasalahannya sepele: salah menggeser tuas lampu sen. Mungkin benar belaka kalau saya kelabakan akibat terlalu bersemangat, atau terlalu waswas karena tawaran… Read more »

Bukan Sedu Sedan, Melainkan Keredupan Kehidupan

Review Manchester by the Sea Yang seringkali diceritakan film ketika bicara tentang manusia adalah kedigdayaan, proses menuju sukses, atau keceriaan yang begitu gegap gempita. Film seakan-akan dibuat untuk memberikan inspirasi hingga luput menceritakan sisi kehidupan manusia dengan wajar. Heroisme atau fatalisme ditampilkan berlebihan dan membuat film kehilangan gambaran keseharian manusia yang, kebanyakan, tidak bernasib seindah itu. Begitu juga bila film… Read more »

Keroncong Sebelum Kereta

      4 Comments on Keroncong Sebelum Kereta

Mulanya adalah sebuah sore di Stasiun Gambir. Saya terlalu cepat tiba dan lantai dua gedung itu masih begitu lengang. Hanya ada penjaja makanan dan buku yang berbincang dengan dagangan masing-masing. Lalu, tak seberapa lama, lima orang yang mengusung gitar, bas, biola, dan ukulele cak, datang dan mencolokkan kabel ke pelantam suara. Usai salam dan perkenalan singkat, mereka mulai memetik, menggesek,… Read more »

The White Helmets: Ksatria Helm Putih yang Terluka

Suara gelegar terdengar hebat tak berapa lama setelah bom pertama menghantam. Satu kompleks perumahan luluh lantak. Atap dan jendela berhamburan. Dari puing-puing bangunan, beberapa gadis kecil berhasil ditarik keluar tepat sebelum bom kedua menerjang dan meruntuhkan dinding yang tersisa. Udara mengeruh. Debu-debu beterbangan. Orang-orang berlarian seraya melafazkan takbir yang dipekikkan berulang-ulang. Suriah sedang sakit. Pada 17 Agustus lalu, seorang anak… Read more »

Tentang Memakan Cabai

      No Comments on Tentang Memakan Cabai

Keriuhan persoalan kenaikan harga cabai membuat saya mengecek kembali hubungan kekerabatan saya dengannya. Soalnya, cabai pernah masuk ke dalam jenis makanan yang selalu saya hindari. Saya mulai akrab dengan cabai sejak mengenyam bangku kuliah. Tanpa cabai, makan siang saya tidak berwarna. Piring akan hanya berisi segepok nasi, sebaris tempe, dan kubangan kuah sayur tanpa rasa. Kedatangan cabai, dalam bentuknya yang… Read more »