Kampung yang Dibuat dari Pelangi

      No Comments on Kampung yang Dibuat dari Pelangi
DSCF7767

Tahun lalu, beberapa anak muda menjinjing kaleng cat ke sebuah perkampungan di Gunung Brintik, Semarang. Mereka meminta izin mengecat beberapa rumah sebagai salah satu proyek kuliah. Kampung yang semula kumuh dan seram karena berbatasan dengan pekuburan terbesar di Asia Tenggara itu, dipulas warna-warni. Imaji menyeramkan yang lama tertabal pun luntur. Melihat warna-warni menghiasi sebagian rumah, Pemerintah Kota Semarang yang kebetulan… Read more »

Berkas Panama dan Gombalnya Kapitalisme Global

home_140322

“SAYA ingin kejahatan ini terpublikasi.” Pesan itu diterima Bastian Obermayer pada akhir 2014. Saat itu Suddeutsche Zeitung, surat kabar tempat Obermayer bekerja sebagai reporter, sedang menyelidiki beberapa dokumen Mossack Fonseca yang bocor ke tangan pemerintah Jerman. “Namun ada beberapa syarat. Hidup saya dalam bahaya. Kita hanya akan berbicara melalui pesan terenkripsi. Tidak ada pertemuan sama sekali.” “Seberapa besar data yang… Read more »

Wae Rebo: Asyik Bercantik Sendiri

DSCF0603

Saya tidak mampu menghitung sudah berapa kali pipi saya tertampar angin pegunungan Manggarai yang sembribit itu. Sial. Pakaian yang saya kenakan tak tebal-tebal amat. Sementara, malam kian larut dan pendakian masih belum melalui separuh jarak. Mau tak mau, saya harus menerima udara yang membawa bonggol-bonggol dingin itu sebagai teman perjalanan hingga tiba di Kampung Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. “Capek juga,… Read more »

Memainkan Mimpi-Mimpi di World of Ghibli

Danny, teman saya, di Instalasi Totoro, favorit kita semua

Tidak banyak film animasi yang bisa memenuhi prasyarat sebuah mutu baik: mampu bercerita dengan indah dan memenuhi ruang hati penontonnya dengan perasaan yang berwarna. Dari sedikit film yang bermutu baik itu, film-film produksi Studio Ghibli adalah sebagian yang punya posisi tak tergoyahkan. Mereka, secara konsisten, menyajikan film-film animasi yang bisa memberikan nuansa hangat di dada. Saya sendiri tidak terlampau ingat… Read more »

Dari Sepucuk Pagi di Sungai Kuin

      No Comments on Dari Sepucuk Pagi di Sungai Kuin
hidup di antara kayu (3)

Menyesuaikan diri akibat perpindahan bagian waktu mungkin akan selalu menjadi soal yang tak bisa saya atasi. Bergeser satu jam saja, pola tidur saya sudah rusak. Apalagi jika bergesernya jauh lebih banyak. Perlu beberapa hari untuk membuat metabolisme tubuh kembali wajar sehingga mulut bisa mengkremus serta perut juga bisa murus-murus dengan khidmat serta lancar. Makanya, saat diharuskan bangun pada pukul 04.00 WITA, saya… Read more »

Busana adalah Identitas

      3 Comments on Busana adalah Identitas
Safia Minney bersama pemberdayaan

Sekurang-kurangnya, dua stel kemeja berwarna biru-muda-agak-tua-sedikit-yang-memiliki-kode-pantone-658c pasti selalu tersedia di lemari setiap PNS Kementerian Keuangan. Soalnya, peraturan perklambian menegaskan betul kalau PNS Kemenkeu harus mengenakan kemeja itu, berpadu dengan bawahan biru tua, saban Rabu. Maka, haram hukumnya para PNS ini, termasuk saya, kalau hanya memiliki satu stel saja, apalagi tidak punya. Selain bakal dipandang dengan mata yang terpicing, tidak mengenakan… Read more »

Nyoto Roso: Sisa Pertaruhan Para Penjaja Penganan di Pantura

Rumah Makan Nyoto Roso di Plelen, Batang

Jarum jam baru saja berlari dari angka 12. Sayup-sayup, gema lapar menguar di udara. Cuaca Batang, kota kecil di garis pantura, mengirimkan keroncongan langsung ke perut orang-orang. “Nanti siang makan di Nyoto Roso ya, ayamnya enak,” Istri saya memberi tanda kalau perutnya juga ikut berontak dan minta diisi. “Jauh nggak dari sini?” “Lumayan. Deket perbatasan Batang-Kendal.” Duh, Gusti. Mobil kami baru… Read more »

Atap

      2 Comments on Atap
si atap dalam pelukan

Senyumnya selalu mengembang ketika kepala saya melongok dari pintu yang setengah terbuka. Ia seakan tertawa, tetapi tanpa gelak. Hanya gigi-gigi mungilnya yang bergeletuk menyambut saya, ayahnya, kembali ke Semarang setelah meninggalkannya pada hari-hari kerja. Di sela senyum, ia selalu memanggil jabatan dan nama depan saya: “Ayah Meidiawan”. Lalu, peluk-peluk pun berhamburan. Dia dan saya tidak pernah kikir dalam merayakan kebahagiaan… Read more »

Fast Fashion adalah Kegelapan Kita

peragaan busana

Tiada yang menyangka kalau April yang cerah di Dhaka seketika berubah muram saat Rana Plaza, sebuah gedung 8 lantai di pusat kota, amblas dan menewaskan 1134 orang serta melukai sekitar 2500 lainnya. Tangis dan duka pun meruap ke mana-mana. Hari itu, pada awal 2013, musim yang tadinya panas pun basah jua. Bukan karena rintik hujan, melainkan oleh air mata. Sementara,… Read more »

Mengerat Senja di Pelabuhan Sunda Kelapa

DSCF7263

Matahari belum surut dan sore belum begitu rapi waktu saya beranjak ke arah utara. “Kalau Jakarta sedang tidak panas dan jalanan juga sedang tidak ramai, pergilah ke Pelabuhan Sunda Kelapa”, kata seorang teman. Ia mengucapkannya beberapa bulan lalu. Tetapi, baru sore ini saya bisa menggelandang diri ke sana. Kebetulan, hari sedang libur dan sengatan matahari seperti remaja yang kali pertama… Read more »